Apresiasi Disaat Sakit

Alangkah bahagianya diberikan kesehatan fisik yang baik, namun tidak sedikit orang yang ingat akan rasa untuk bersyukur akan hal tersebut, dan bahkan kita sering melupakan nikmat yang satu itu yakni nikmat sehat.

Kalau sudah jatuh sakit, baru kita bisa menilai betapa penting dan berharganya sehat itu, dan Alhamdulillah, hingga saat ini Allah memberikannya untuk kita dan diri ini juga pastinya.

Apresiasi Disaat Sakit
Apresiasi Disaat Sakit – Foto nampak jerawat

Namun, diri ini goyah disaat kondisi sehat semestinya dikalahkan dengan harus sakit, padahal kita ketahui bahwa sehat itu merupakan keinginan dan merupakan hak setiap insan untuk memperolehnya dari berbagai macam cara.

Merunut pada diri saya sendiri yang telah mengusahakan sekuat tenaga mempertahankan agar kondisi tubuh dalam keadaan sehat, namun malah mendapat semacam “ejekan” yang sifatnya sih sebenarnya tantangan bagi diri ini untuk lebih menjaga kondisi tubuh.

“Belum menjadi bagian dari kami kalau tidak pernah sakit selama tiga hari atau lebih,” tutur mereka.

Melihat hal tersebut, pastinya timbul rasa heran dibenak kita, semacam nilai positif terselip bahwa sakit itu juga penting ada. Terbukti dengan tercetusnya pernyataan diatas yang mengharuskan sakit selama tiga hari, sepertinya menjadi keharusan.

“Aneh bin ajaib, kondisi itu semacam muncul dengan direncanakan.”

Dengan melewati saat-saat dimana tubuh merasa drop dan bahkan diyakini kondisi diri melemah. Dengan tanpa disengaja, akhirnya diri ini sampai kepada sebuah klinik yang diyakini mampu menjawab keluhan tubuh disaat itu.

Periksa punya periksa, bermacam ragam sakit dijabarkan. Sepertinya kamu kurang tidur, ucap dokter di kelinik tersebut. Makanya kadang kamu sering oyong serta pening-pening. Kemudian, asam lambung kamu tergolong tinggi, namun belum sampai luka.

Mendengar celotehan semacam itu, pastinya keinginan diri untuk kembali dalam kondisi tubuh yang lebih fit menjadi suatu hal yang di idam-idamkan. Tapi, tetap saja terlambat untuk mencegahnya terjadi.

Sehari, dua hari terlewati, hingga akhirnya harus dihari ketiga juga masih terbaring lemas diatas kasur lebih kurang 60 jam gelisah tak menentu.

Alangkah indahnya, diri ini bisa bangkit dihari ke empat pasca sakit melanda. Dengan langsung menuju kamar mandi, berpakaian, langsung menuju luar rumah dengan menghidupkan kendaraan motor menuju kantor.

Hal yang aneh, bahkan mencengangkan diri ini terbersit juga dihadapkan dengan sebuah ucapan dari seorang pimpinan “Selamat ya, kamu sudah menjadi keluarga kami,” ucapnya dengan meyakinkan diri ini bahwa berartinya sakit tiga hari itu.

Ditambah lagi dengan guyonan dari rekan kerja lain, “cieee, bisa juga dia sakit tiga hari. Selamat ya,” ucap mereka tak lebih persis seperti itu diucap dari beberapa rekan kerja dikantor.

Heran penuh haru yang ada di fikiran ini. Hingga akhirnya ku sadar, bahwa bukan hanya pada sehat saja penghargaan itu ada, namun kondisi sakit juga bisa diapresiasi.

Sekian untuk kali ini Cerita Blahe : Apresiasi disaat sakit – Sunggguh, sungguh, sungguh menggetarkan AKU.

39 thoughts on “Apresiasi Disaat Sakit

  1. Orang yang sehat dan mampu untuk bekerja ada juga yang memilih untuk cuti hanya untuk sekedar meregangkan otot, pikiran dan dapat berkumpul dengan keluarga lebih lama.
    Intinya sakit itu datang karena kemampuan kita mengerjakan sesuatu dengan maximal, tetapi tidak mampu mengenali diri sendiri kapan diri ini harus dimanjakan ;))

    1. Dapat pujian, seraasa naik awak kinton *fly*
      Iya bro, support ya do’a semoga tetap bertahan dan bisa memberikan hal positif untuk yang lain.
      Kongkow2nya gampang…

  2. Kalo cuma masuk angin trus bisa “libur” sejenak dr rutinitas kayaknya masih oke, kalo udah parah sakitnya pasti rindu sama rasanya sehat ya… hehehe

    1. Rindu rasanya sakit, itu yang diidamkan orang kebanyakan kak, kalau sehat, itu hanya refleksi penyesalan dari sakit,
      *eh gitu ya? kalau salah, maafin, masih suasana Lebaran *hihihihi

    1. Jalan ceritanya gini, tadinya kan awak nih jarang mau sakit, tiba-tiba drop juga, dan mendapat apresiasi yang sangat membingungkan donk tentunya, sakit kok diapresiasi, hehehe, yang lebai kadang yang ngasi apresiasi. hahaha..

  3. Kayaknya barengan saya nih sakitnya.. Abis sakit juga minggu-minggu kemaren, lemes nggak enak ngapa-ngapain. Untungnya, masih bisa internetan sambil tiduran, hehehe…

    Maaf lahir batin juga ya. 😀

  4. Kita juga butuh sakit bg, itu teguran Tuhan. Biar kita bisa menghargai Kesehatan yang diberinya. Gak jarang org yg sakit malah jadi lebih dekat sama Tuhan. Nah, dengan cara sakit ini Tuhan sudah menegur kita 😀

  5. Bisa sakit juga bro? Hehehe… kebanyakan begadang kali ngebuzz terus dan modifikasi blog dan bikin artikel. Tetap semangat bro, hidup tanpa sakit itu ibarat hidup tanpa resiko. Benar, pada saat sakit kita jadi menghargai kesehatan jadi bisa tetap jaga kesehatan..

    Btw, template yg ini, oke punya tuh.,.

  6. Salah satu hal yang sering dianggap sepele termasuk oleh saya 🙂 tapi begitu sakit dikit aja baru deh sadar ternyata banyak hal yang ga bisa dikerjain lagi seperti saat masih sehat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *